SULUT SMART.COM – Guru Besar Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Prof. Ir. Marthin Doddy Josias Sumajow, M.Eng., Ph.D., menegaskan bahwa bakal calon rektor periode 2026-2030, Prof. Dr. dr. Grace Debbie Kandou, M.Kes., telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan ketentuan yang berlaku untuk mengikuti proses Pemilihan Rektor (Pilrek).
Penegasan ini disampaikan Prof. Doddy di Manado, Rabu (22/7/2026), menanggapi berbagai isu yang beredar terkait kelengkapan administrasi salah satu kandidat. Menurut Prof. Doddy, rekam jejak Prof. Grace telah melalui verifikasi ketat oleh lembaga berwenang, baik di tingkat universitas maupun kementerian.
“Prof. Grace diangkat sebagai Guru Besar berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi setelah melewati proses penilaian akademik. Selain itu, ia pernah menjabat Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) periode 2015-2019, posisi yang mensyaratkan pemenuhan aspek integritas dan kelengkapan administrasi,” jelas Prof. Doddy.
Prof. Doddy, yang juga merupakan anggota Senat Unsrat dari Fakultas Teknik, menjelaskan bahwa mekanisme pemeriksaan administrasi dalam Pilrek dilakukan secara berjenjang dan ketat. Jika seorang bakal calon dinyatakan lolos ke tahap seleksi, artinya semua syarat telah terpenuhi sesuai regulasi.
“Ia telah melewati berbagai tahapan karier, mulai dari pengusulan Guru Besar, validasi karya ilmiah, hingga pencalonan rektor sebelumnya pada tahun 2022. Semua status administrasinya sudah jelas setelah memperoleh penjelasan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. Jadi, tidak ada yang perlu dipersoalkan lagi,” tegasnya.
Mengajak sivitas akademika untuk bersikap objektif, Prof. Doddy menekankan bahwa kompetisi rektor seharusnya dibangun di atas adu gagasan, program kerja, dan kapasitas kepemimpinan, bukan berdasarkan persepsi atau isu lama yang sebenarnya telah selesai melalui mekanisme hukum.
“Bagi saya, yang paling penting adalah bagaimana membangun Unsrat ke depan. Kampus kita membutuhkan pemimpin yang mampu menghadirkan gagasan, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan kualitas pendidikan. Mari kita menghormati proses demokrasi akademik yang sehat dengan menilai calon berdasarkan prestasi dan kemampuannya,” pungkas Prof. Doddy.
Ia berharap proses Pilrek Unsrat 2026 dapat berjalan transparan dan objektif, sehingga menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa universitas semakin berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Mec.

