SULUT SMART.COM MINUT– Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) melalui Dinas Kesehatan resmi meluncurkan Gerakan Bersama Penguatan Desa Siaga Tuberkulosis (TBC) di Desa Watutumou II, Kecamatan Kalawat. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menekan angka kasus TBC serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini dan pengobatan tuntas.
Acara tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara, Alan Mingkid, yang mewakili Bupati Minut. Dalam sambutannya, Alan menekankan bahwa TBC masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang serius, sehingga memerlukan kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, hingga partisipasi aktif warga.
“Desa Siaga TBC hadir untuk memastikan setiap warga mendapatkan akses informasi, skrining, dan pengobatan. Dengan gerakan bersama ini, kita targetkan Minahasa Utara bebas TBC,” tegas Alan Mingkid.
Sebagai garda terdepan, Puskesmas Kolongan yang dipimpin dr. Cicilia Paat berperan aktif dalam pelaksanaan skrining, edukasi, penemuan kasus, serta pendampingan pasien di wilayah kerja termasuk Desa Watutumou II. Dr. Cicilia menjelaskan bahwa penguatan Desa Siaga TBC bertumpu pada tiga pilar utama: pemberdayaan masyarakat, pelayanan kesehatan, dan dukungan lintas sektor.
“Kami mengajak seluruh warga Watutumou II untuk tidak takut memeriksakan diri. TBC bisa sembuh jika ditemukan lebih awal dan diobati secara teratur,” ujar dr. Cicilia.

Rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan mengenai bahaya TBC, pelaksanaan skrining kesehatan massal, serta pembentukan kader Desa Siaga TBC yang akan bertugas memantau dan mendampingi warga di tingkat komunitas.
Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, Camat Kalawat Agustinus Dondokambey, SSTP, MAP, Hukum Tua Desa Watutumou II Selvie Sepang, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta masyarakat setempat.
Melalui inisiatif ini, Pemkab Minut berharap dapat menekan angka penularan TBC secara signifikan dan berkontribusi dalam pencapaian target eliminasi TBC nasional pada tahun 2030.
Mec.
